Home BPJS Kesehatan Khitan atau Sunat Bisa Ditanggung BPJS atau Tidak?

Khitan atau Sunat Bisa Ditanggung BPJS atau Tidak?

256
0

Tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis. Frenulum dari penis dapat juga dipotong secara bersamaan dalam prosedur yang dinamakan frenektomi.

Bagi yang beragama islam, khitan (sunat) adalah salah satu sunnah fitrah yang muakkadah (sangat dianjurkan). Sebagian ulama berpendapat hukumnya adalah wajib. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas dan sekelompok Ulama: sunnat hukumnya wajib bagi laki-laki.

Kebanyakan di Indonesia untuk melakukan sunat pada anak biasanya menunggu waktu libur sekolah, karena penyembuhannya memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Lantas, apakah sunat atau khitan bisa ditanggung bpjs kesehatan?

Jika sunat dikarenakan keinginan kita sendiri dan tidak ada indikasi medis maka tidak ditanggung bpjs kesehatan. Namun, jika sunat atau khitan karena indikasi medis bisa ditanggung BPJS Kesehatan.

Contoh indikasi medis yakni jika tidak disunat bisa menimbulkan penyakit lain atau bahaya lainnya. Biasanya yang memberikan indikasi medis adalah dokter yang memeriksanya.

Demikianlah informasi yang dapat kami berikan. Mudah-mudah bermanfaat, pastikan anda dan keluarga tercinta anda terdaftar sebagai peserta bpjs aktif sehingga ketika sakit mendapatkan fasilitas kesehatan dari pemerintah.

Baca:   Persyaratan Menebus Obat di Apotek Rumah Sakit untuk Pasien Rujuk Balik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here